Menulis Untuk Media Massa

Apakah hanya seorang wartawan yang dapat menulis di Media Massa?

Tentu saja tidak, jawabnya. Kita yang bukan sebagai wartawan pun dapat menulis untuk Media Massa. Banyak Media Massa yang menerima tulisan-tulisan dari luar. Dalam hal ini, bisa saja dari anda maupun penulis lepas.

Tulisan-tulisan apa saja yang dapat dikirimkan ke Media Massa? Jenisnya beragam. Misal: Cerpen, Opini, Puisi, maupun Berita.

Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana caranya?

Baiklah, kurang lebih begini caranya.

Langkah pertama yang harus ditempuh adalah mencari daftar alamat email redaksi Media Massa. Hal ini dapat kawan-kawan dapatkan di bagian kotak redaksi suatu Media Massa. Biasanya disana dicantumkan alamat email Media Massa tersebut. Atau kawan-kawan dapat mencarinya di internet. Tenang saja, saya sudah mencarikannya untuk kawan-kawan yang memang membutuhkannya. Kawan-kawan dapat langsung menuju kesini.

Nah, modal awal untuk dapat menulis di Media Massa sudah kawan-kawan kantongi. Sekarang lanjut ke tahap berikutnya.

Langkah kedua, kawan-kawan tentu saja harus siapkan tulisan yang hendak dikirimkan. Atau kawan-kawan harus siapkan ingin menulis apa, apakah cerpen, opini atau lainnya. Selain itu, ada tips khusus sebelum menulis. Satu yang pasti adalah: Tulisan itu harus asli buatan kawan-kawan sendiri, bukan saduran atau menjiplak tulisan orang lain.

Tips pertama, misalnya kawan-kawan hendak menulis suatu opini. Kawan-kawan harus dapat membaca isu yang sedang berkembang hangat di masyarakat. Misal, sedang heboh-hebohnya kasus korupsi oleh anggota dewan, atau sedang maraknya pro-kontra kenaikan harga BBM. Kawan-kawan bisa tuliskan opini tentang itu. Untuk penulisan opini yang baik, kawan-kawan bisa belajar dari siapa dan mana saja. Atau kawan-kawan bisa coba belajar membuat opini yang baik disini.

Selain itu, kawan-kawan juga harus jeli membaca situasi. Yang saya maksudkan disini adalah membaca isu yang akan terjadi di masa depan. Misal: Apabila saat ini adalah pertengahan bulan desember dan sebentar lagi adalah perayaan hari Natal. Kawan-kawan sudah dapat menangkap isu yang biasanya beredar saat perayaan Natal; Keberagaman di Indonesia yang belum terjaga dengan baik. Kawan-kawan sudah dapat menuliskan tentang itu dan dapat kawan-kawan kirimkan ke Media Massa sebelum tepat tanggal perayaan Natal. Ini juga dapat diaplikasikan pada isu-isu lainnya. Intinya adalah sebagai penulis kita harus jeli.

Tips kedua, adalah pelajari sikap lembaga atau ciri khas tulisan-tulisan yang digemari Media Massa tersebut. Misal: ada Media Massa yang isinya kerap menggunakan kalimat yang tegas tanpa tedeng aling-aling. Nah, bila kita ingin agar tulisan kita dimuat di Media Massa tersebut, maka tulisan kita harus pula seperti itu.

Ini juga dapat juga diaplikasikan saat mengirimkan cerpen. Tipikal cerpen seperti apa yang kerap dimuat di Media Massa tersebut dapat kita jadikan bahan acuan atau tinjauan. Misalnya: Kompas lebih menggemari tulisan yang berbau sastrawi seperti ini. Intinya kita harus banyak-banyak belajar dan membaca-baca tulisan orang lain.

Langkah ketiga adalah jangan pernah ragu untuk mencoba mengirimkan tulisan anda ke Media Massa.

Meminjam kata-kata John Barrow, sejarawan Inggris, “If you never try, you’ll never know what you are capable of.”

Memang betul tidak selalu tulisan yang kita kirimkan itu dapat dimuat oleh suatu Media Massa. Tulisan yang kita kirimkan itu nantinya akan diseleksi oleh awak redaksi Media Massa tersebut. Apabila tulisan kita dimuat maka kita akan dihubungi melalui telepon atau e-mail, tergantung dari kebiasaan Media Massa itu.

Oh, iya! Saya hampir lupa…

Jangan pernah mengirimkan satu tulisan kepada dua Media Massa dalam waktu yang sama!

Kenapa hal tersebut tidak dboleh dilakukan? Karena nantinya akan menimbulkan permasalahan, baik kawan-kawan dengan Media Massa ataupun antara kedua Media Massa, apabila tulisan kawan-kawan sama-sama dimuat oleh kedua Media Massa. Selain itu, perbuatan tersebut dapat menjadikan kawan-kawan masuk dalam black list atau daftar hitam dari kontributor Media Massa tersebut.

Bila kawan-kawan telah mengirimkan tulisan ke suatu Media Massa dan tidak kunjung dimuat dan tidak mendapat konfirmasi, maka ada baiknya bila saat kawan-kawan mengirimkan naskah tulisan ke Media Massa, selain mencantumkan identitas, no rek, dan kontak, kawan-kawan ada baiknya juga menambahkan keterangan di akhir naskah tulisan kawan-kawan yang intimya: memberikan informasi kepada Media Massa tersebut, apabila dalam jangka waktu (kawan-kawan bisa tentukan sendiri, biasanya sebulan) tertentu, tulisannya tidak dimuat, maka kawan-kawan akan kirimkan ke Media Massa lain. Ini dilakukan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti di atas tadi. Kawan-kawan jangan takut untuk melakukannya, hal ini merupakan kewajaran yang juga dilakukan oleh penulis-penulis lain.

Selanjutnya adalah mencoba dan jangan mudah menyerah. Selamat menulis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s